Sebenarnya
hukum bagi ziarah kubur adalah sunnah yang disyari’atkan, karena dengan
berziarah akan mengingatkan akan kematian dari segala kelezatan dunia,
mengingatkan hari akhir yang abadi, oleh karena itu alam barzakh adalah tempat yang paling pertama dari sekian banyak tempat pada hari akhirat nanti, karena alam barzakh
lah yang menggambarkan kehidupan kita selanjutnya, akan kemana kita
setelah hari kiamat, apakah kebahagiaan artinya surga atau kesengsaran
artinya neraka.
Tetapi
Nabi Muhammad Saw. melarang ziarah kubur diawal keislaman, bahkan Nabi
Muhammad Saw. pernah bersabda bahwa ziarah kubur pada masa jahiliyah
adalah tempat kemusyrikan, kemudian setelah beberapa tahun yaitu setelah
para sahabat keimanannya semakin meningkat dan kuat, akhirnya Rasul
Saw. memerintahkan kepada para Sahabat untuk berziarah kubur. Para Ulama
berpendapat bahwa larangan Rasulullah Saw. pada awal keislaman ini
telah di-mansukh, dan menetapkan sunnah untuk berziarah kubur karana Rasul Saw. berziarah kubur dan mengizinkannya.
Hal
ini terlihat dari sebuah perkataan Imam al-Hafidz al-Mundzari yang pada
awal keislaman melarang semua elemen masyarakat muslim untuk menziarahi
kubur: “Rasulullah Saw. benar-benar melarang untuk ziarah kubur baik
untuk laki-laki maupun wanita, kemudian Rasul Saw. mengizini kepada
laki-laki untuk menziarahi kubur,dan mencabut larangan kepada wanita”,
dan dikatakan juga “Bahwa itu adalah rukhsah secara keseluruhan. Bahkanperkataan ini dalam kitab-kitab banyak dibahas secara panjang sekali”.
Setelah
keterangan di atas maka kita akan mengetahui bagaimana agama Islam yang
sangat berhati-hati dalam mencegah kemusyrikan, karena sudah barang
tentu kemusyrikan adalah dosa yang tidak akan diampuni dosanya kecuali
dengan taubatannasuhah, selain itu dalam penjelasan yang di atas
pelarangan itu sebenarnya bukan hanya terjadi di awal Islam saja, bisa
juga sekarang Hadits yang di atas berlaku, karena masih banyak orang
Islam yang akidahnya belum terpatri di hati sanubarinya, sehingga ketika
orang tersebut berziarah ke makam para wali dan para shalihin banyak
perbuatan-perbuatan yang sebetulnya menyimpang dari agama sehingga
akidahnya terurai bagaikan kertas tenggelam dilautan.
Terlepas demikian banyak sekali yang bisa kita petik dari ziarah kubur tersebut, salah satunya adalah dzikrulmaut, dzikrulmaut ini
sangat tinggi nilainya di sisi Allah SWT. karena melalui dzikir
mengingat kematian kita akan tergugah hatinya untuk selalu ta’at dan
taqwa kepada Allah SWT. di mana pun dan kapan pun, karena kematian
selalu mengincar kita setiap detik dan langkah kita. Jadi ziarah kubur
bukan hanya untuk mendoakan penghuni kubur tersebut tetapi juga untuk
kebaikan kita yang masih hidup, bahkan ketika Rasulullah Saw. menziarahi
makam ibunya, beliau menangis meneteskan air mata yang deras sekali.
Dari
Abu Hurairah ra. berkata: Nabi Saw. berziarah ke makam ibunya,
tiba-tiba saja beliau menangis maka aku pun menangis di sampingnya, lalu
beliu bersabda: “Ya Tuhanku izinkanlah kepadaku memohon ampun kepadanya
maka engkau belum mengizinkan kepadaku, dan izinkanlah kepadaku untuk
menziarahi kuburnya maka izinkanlah padaku, maka ziarahlah kepadanya,
karena sesungguhnya ziarah kubur itu menginatkan akan kematian (dzikrulmaut) (HR. Muslim)
Dari
hadits tersebut kita melihat bagaimana Rasulullah Saw. memberikan
gambaran kepada kita bahwa bukan hanya untuk memohon ampunan kepada
penghuni kubur saja tetapi juga sebagai ibrah (pelajaran) dan dzikrulmaut (mengingat kematian) yang akan menjadikan kita semakin dekat kepada Allah SWT.
Fenomena inilah yang harus kita tangkap, bagaimana jika kita sudah berada di alam barzakh
yang merupakan alam ketiga dalam perjalanan ruh kita, lalu apakah kita
sudah siap mengarungi alam yang ketiga tersebut, baik dari segi amalan
dan ketaqwaan kepada-Nya, karena hanya amal yang ikhlas dan ketaqwaan
lah sebagai bekal kita untuk perjalanan yang penjang tersebut dan
sebagai teman kita untuk selamanya. Hal ini terkait dengan dzikrulmaut,
karena mengingat kematian sangat penting untuk terciptanya amalan yang
ikhlas dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT. bahwa ada pembalasan pada
hari akhirat nanti dengan apa yang telah diperbuatnya ketika hidup
secara gratis di dunia ini.
Dari sini kita melihat korelasi pentingnya antara dzikrulmaut
dengan kehidupan kita di alam yang kedua (dunia) dan alam yang ketiga
(akhirat). Semoga dengan ziarah kubur ini makin meningkatkan kita untuk
selalu mengingat akan kematian dan menghilangkan penyakit wahn (cinta dunia dan takut mati) sehingga kita menjadi seoarang muslim yang kaffah. Wallahu ‘alam . . .
No comments:
Post a Comment