Kalimat “la ilaha illallah” (tiada Tuhan selain Allah) adalah lebih masyhur dinamakan dengan kalimat tayyibah. Kalimat
ini sangat istimewa dalam agama samawi yang tarakhir ini yaitu Islam,
di mana dengan kalimat inilah sesorang bisa mendapatkan predikat Muslim,
mungkin yang sebelumnya mendapatkan stempel kafir tetapi setelah mengucapkan kalimat tayyibah
ini berubah statusnya menjadi Muslim. Padahal kafir dan Muslim itu
sangat berbeda jauh bagaikan sang surya dengan planet pluto, tentu
dengan konsekwensi orang itu harus menjalankan apa saja yang dilarang
dan apa saja yang diperintahkan dalam agama Islam.
Bukan
hanya itu saja keistimewaannya, ada hal yang sangat istimewa lainnya
dari kalimat ini, yaitu sebagai pondasi agama, Karena kalimat ini adalah
kalimat tauhid, dan ketauhidan adalah ilmu yang harus ditanamkan sejak
kelahiran, tanpa disadari sejak lahir pun manusia sudah mendengar tauhid
di telinga manusia yang baru saja berpindah alam dari alam rahim ke
alam dunia. Hal ini memang disyariatkan oleh agama Islam ketika seorang
ayah mengumandangkan adzan di dekat telinga anaknya, dan mengucapkan
iqamah di dekat telinga kiri anaknya.
Sungguh kalimat yang simpel tapi bermakna luas, bukan hanya luas tapi sangat luas sekali, sampai-sampai kalimat tayyibah ini adalah pondasi Islam. Pondasi adalah hal yang sangat urgent dalam
mendirikan gedung bertingkat, jika pondasinya lemah maka runtuhlah
gedung bertingkat itu, tetapi sebaliknya jikalau kokoh maka akan kuat
gedung bertingkat itu. Begitu pula dengan kalimat tayyibah, sungguh kuatnya kalimat ini sehingga Islam masih tetap eksis di muka bumi ini.
Lebih lanjut lagi kalimat tayyibah
ini sebagai kalimat yang diajarkan langsung oleh Allah SWT. kapada Nabi
Muhammd Saw. melalui firman Allah SWT. “Maka ketahuilah, bahwa
sesungguhnya tidak ada Ilah (sesembahan, Tuhan) selain Allah” (QS.
Muhammad: 19), ayat ini menunjukan bahwa wajib mengetahui Allah SWT.
beserta ilmu-Nya dengan kata ‘I’lam’, sedangkan dengan adanya kalimat tayyibah
maka akan dapat mengetahui dan bersaksi bahwa Allah SWT. adalah Esa
yang berarti mempunyai ilmu yang Maha Luas. Dan akhirnya dengan kalimat tayyibah
ini sudah menjalankan kewajiban dalam mengetahui Allah SWT. beserta
ilmu-Nya. Apalagi dalam setiap shalat fardhu sudah membacanya bahkan
kalimat tayyibah ini adalah salah satu rukun dari rukun-rukun shalat, jika meninggalkannya maka akan rusaklah shalatnya.
Lebih-lebih akan tercengang dan kagum dengan kalimat tayyibah ini setelah ada sebuah Hadits tentang keutamaannya yang berbunyi “Barangsiapa pada akhir hidupnya mengucapkan la illaha illallah maka wajib baginya masuk surga” (HR. Ahmad), Hadits ini adalah Hadits shahih, banyak terdapat dalam kitab-kitab masyhur,
seperti kitab al-Janaiz karyanya Imam Abu Daud, al-Kabir karyanya Imam
al-Thabrani, al-Tauhid karyanya Ibnu Mandih, bahkan Imam al-Bani
mengatakan Hadits ini adalah shahih yang terdapay dalam kitabnya yang
terkenal Shahih al-Jami’ al-Shaghir. Hadits ini juga menunjukan bahwa
syarat kematian husnul khatimah salah satunya adalah dengan mengucapkan
kalimat tayyibah ini pada akhir hayatnya ketika ruh belum sampai
ke tenggorokan, apalagi kalimat ini adalah kewajiban sehingga setelah
melakukan kewajiban akan mendapatkan hak, maka hak itu adalah surganya
Allah SWT. pada akhirat kelak.
Maka tanpa dalih apapun manusia yang memiliki titel Muslim haruslah mengucapkan kalimat tayyibah ini,
setiap saat baik di mana pun dan dalam kondisi apapun. Akhirnya penulis
hanya memasrahkan kepada Allah apa-apa yang benar dan apa-apa yang
salah, semoga hati ini di kuatkan untuk senantiasa mengucapkan “la illaha illallah”
No comments:
Post a Comment